Minggu, 02 Februari 2014

LAPORAN HASIL PENELITIAN KEBISINGAN DISEPANJANG KORIDOR LANTAI 3 UMB KAMPUS II



LAPORAN HASIL PENELITIAN
KEBISINGAN DISEPANJANG KORIDOR
LANTAI 3 UMB KAMPUS II
KELOMPOK 3 :

         Riki Mandala Putra
KELAS 4 A3







PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
2012


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas penelitian tentang pengukuran kebisingan di sepanjang koridor lantai 3. Pembuatan makalah ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas Analisis Kualitas Lingkungan. Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan, mengingat kemampuan, penguasaan materi dan pengetahuan penulis miliki  masih jauh dari sempurna sehingga kritik dan saran sangat diperlukan dari berbagai pihak dalam rangka perbaikan makalah ini.
Dengan rasa rendah hati, penulis tak lupa menyampaikan maaf atas segala kesalahan, kekhilafan maupun kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Semoga ALLAH SWT memberi balasan yang berlipat ganda atas segala bantuan yang telah diberikan dan selalu memberikan berkat dan rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.


Bengkulu,    April 2013


Penulis










BAB I
PENDAHULUAN

1.      Pengertian kebisingan
Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki karena tidaksesuai konteks
ruang dan waktu sehingga dapat menimbulkangangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia.
Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval.
        Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20.000 Hz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya.
Suara yang sangat keras menyebabkan kerusakan pada sel rambut, karena sel rambut yang rusak tidak dapat tumbuh lagi maka bisa terjadi kerusakan sel rambut progresif dan berkurangnya pendengaran
2.  Jenis-jenis kebisingan
Jenis kebisingan yang ditemukan :
1.      Bising kontinu (terus menerus) seperti suara mesin, kipas angin, dll.
2.       Bising intermitten (terputus putus) yang terjadi tidak terus menerus seperti suara lalu lintas, suara pesawat terbang
3.       Bising Impulsif yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang cepat sehingga mengejutkan pendengarnya seperti suara senapan, mercon, dll
4.       Bising impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama seperti suara mesin tempa.
Batasan tingkat kebisingan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
Batasan tingkat kebisingan dibagi menjadi 2, yaitu untuk lingkungan dengan waktu pajanan 24 jam yang kita kenal dengan Baku Mutu Lingkungan dan untuk tempat kerja dengan waktu pajanan 8 jam kerja atau Nilai Ambang Batas (NAB).

http://nuruddinmh.files.wordpress.com/2012/11/buml-kebisingan1.jpg?w=600
Gangguan Pendengaran Akibat Bising/GPAB (Noise Induced hearing Loss/NIHL)
Gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) adalah penurunan pendengaran sensorineural yang pada awalnya tidak disadari, karena belum mengganggu percakapan sehari-hari. Penurunan pendengaran sensorineural tipe koklea pada kedua telinga. Faktor lama pajanan, intensitas kebisingan, umur serta faktor lain akan berpengaruh terhadap penurunan pendengaran tersebut. Faktor yang mempercepat GPAB/NIHL adalah pajanan intensitas kebisingan melebihi NAB (>85 dbA selama 8 jam).







BAB II
CARA KERJA
1.  Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah :
1.  Sound level meter
2.  Thermohigro meter
3.  Stopwatch
4.  Buku dan alat tulis

2.  Waktu dan Lokasi
Hari/Tanggal : Rabu, 24 april 2013
Waktu : 10.30 – 11.00 WIB
Lokasi : koridor lantai 3 UMB 2
3.  Cara  Kerja
Cara kerja dari penelitian ini bersifat eksprimental atau evaluasi langsung kelapangan dan dilakukan secara kelompok. Adapun cara-cara kerja kelompok ini antara lain sebagai berikut:
-          melihat kondisi tempat yang akan dilakukan penelitian
-          menyediakan alat-alat yang di butuhkan
-          Setelah disiapkan alat-alat yang ada di atas maka metode selanjutnya antara lain:
1.      Letakkan alat pengukur suhu di ketinggian 1 atau 2 meter di tempat yang akan diukur kebisingannya dan tempelkan pada paku atau dinding.
2.  Hidupkan alat Sound level meter dan stopwatch secara bersamaan
3.  Tunggu selama kurang lebih 5 menit
4.  Tekan tombol hold pada alat sound level meter
5.  Lihat berapa tingkat kebisingan yang di dapat antara maximum dan minimum
-          Jika sudah selesai lihat pengukuran suhu yang di tempelkan pada dinding atau paku yang di letakkan sebelum melakukan pengukuran kebisingan dan terakhir masukkan angka pengukur kebisingan dan lakukan penghitungan menggunakan rumus yang disediakan.

4.      Hasil Pengamatan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka didapatkan hasil mengenai pengkuran kebisingan adalah :
1.      Titik Pertama : -maximal = 89,0
                        -minimal = 61,8
2.  Titik Kedua    : -maximal = 75,3
                        -minimal = 72,3
3.      Titik ketiga     : -maximal = 73,2
                        -minimal = 73,2
4.      Titik keempat : -maximal = 96,6
                        -minimal = 60,6
5.      Titik kelima    : -maximal = 79,5
                        -minimal = 79,5
Maka : 1. 89,0 + 61,8  = 75,4
                        2
2. 75,3 + 72,3  = 75,3
                        2
3.      73,2 + 73,3  = 73,3
                        2
4.      96,9 + 60,6  = 78,75
         2
5.      79,5 + 79,5  = 77,5
              2


Dari hasil diatas didapat :
Jumlah pengukuran : 5
454,05  = 90,81 db (A)
          5



















BAB III
KESIMPULAN dan SARAN
1.      Kesimpulan
Kebisingan yang ideal untuk area pendidikan adalah sebesar 55 db (A). sedangkan pada penelitian yang kami lakukan diperoleh kesimpulan bahwa nilai kebisingan pada koridor ini malebihi ambang batas yaitu 90,81 db (A) dengan kelembaban 62 % pada suhu 30,3 c (24 april 2013, 10.30)
2.      Saran
Kebisingan yang melampaui batas dapat menyebabkan beberapa dampak  negative, terutama dibidang pendidikan, yaitu terganggunya sistem pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan beberapa perbaikan disepanjang koridor. Salah satunya yaitu dengan meletakkan peredam bunyiyang dapat menurunkan intensitas kebisingan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik tanpa ada gangguan baik dari dalam ruangan ataupun dari luar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar